Pengertian dan Fungsi Pull Up Resistor

Trending 5 months ago

Pernahkah mendengar kata alias istilah “pull up resistor”? Istilah ini biasa dipakai pada bagian elektronik alias perangkat digital. Banyak orang nan kurang mengerti mengenai perihal ini dan biasanya pengguna hanya terima beres. Jangan cemas dalam tulisan ini bakal menguraikan pengertian dan fungsi pull up resistor yang dapat dipakai untuk referensi.

Pada resistor sebenarnya ada dua macam, ada resistor pull up juga resistor pull down. Dari kedua resistor ini nyaris mempunyai persamaan kegunaan alias kegunaan. Namun, dari elektronik sendiri biasanya sering menggunakan pull up resistor. 

Tidak menutup kemungkinan resistor pull down juga mempunyai segudang manfaat, hanya saja mungkin lama pemakaian lebih sedikit.

Pengertian Pull Up Resistor

Pengertian Pull Up Resistor© mdraber

Dalam pembahasan pengertian dan fungsi pull up resistor ini sebaiknya membahas pengertian terlebih dahulu. Mungkin dari banyaknya orang hanya sedikit nan tahu mengenai pull up resistor ini. 

Hal tersebut dikarenakan ketika memahami bagian digital ini bisa dikatakan cukup rumit, selain itu tentunya butuh ketelatenan juga kesabaran saat memahaminya. Sebenarnya apa nan dimaksud resistor itu? Resistor sendiri ialah salah satu komponen pasif di bagian elektronika. Sifat dari komponen ini ialah penghambat arus listrik. 

Resistor ini kerap dilambangkan semacam kode nomor maupun gelang warna nan mana terletak pada badan resistor. Benda ini mempunyai satuan nan biasa dipakai, satuan tersebut ialah ohm. 

Lantas apakah nan dimaksud resistor pull up? Apakah barang jenis itu krusial di bumi digital? Istilah / kata pull up resistor kerap kali dijumpai di mikrokontroler. 

Resistor jenis ini sangat krusial lantaran mempunyai ruang guna tersendiri di bagian elektronika. Tanpa adanya pull up resistor, bagian pada komponen lain juga bakal ikut bermasalah sehingga bisa menyebabkan kerusakan pada sistem.

Pull up resistor yakni rangkaian elektronik nan dapat dipakai guna menganalisis serta mengatur sebuah tegangan. Pada tegangan itu mulanya masuk di bagian pin mikrokontroler. Sebuah mikrokontroler ini mempunyai suatu sistem tertentu. Apa kegunaannya? 

Kegunaan dari sistem tersebut ialah untuk mengontrol hal-hal mengenai mikrokontroler, di sisi lain nan melakukan pengontrolan tersebut ialah sinyal digital. Selain itu, rupanya tetap ada pengertian pull up nan lain. Pull up rupanya bisa disebut sebagai penghubung pin dengan tegangan. Komponen ini biasa dipakai pada bagian digital bagian logika. 

Hal tersebut tentunya bermaksud agar menghasilkan status pada pin dipastikan tidak terdapat sinyal penggerak. Dalam perihal ini ada beberapa kondisi.

Kondisi tersebut diantaranya impedansi tinggi, rendah dan lain-lain. Status pada impedansi ini bakal terjadi jika pin tidak bakal diubah serta diperlakukan pada level tinggi maupun rendah. Pada resistor ini bakal dipakai untuk menyelesaikan persoalan pada mikrokontroler nan nantinya menarik nilai high.

Pengertian Pull Down Resistor

Pengertian Pull Down Resistor © mdraber

Resistor pull-down adalah resistor nan digunakan untuk menarik tegangan sinyal ke nilai nan lebih rendah, biasanya ke ground. Ini sering digunakan dalam sirkuit digital untuk memastikan bahwa sinyal berada pada keadaan nan diketahui ketika tidak secara aktif digerakkan oleh komponen lain.

Misalnya, resistor pull-down dapat digunakan dengan sakelar untuk memastikan bahwa sakelar dalam posisi meninggal saat tidak ditekan. Nilai resistor pull-down dipilih berasas sirkuit nan digunakan dan level tegangan sinyal nan diinginkan.

Fungsi dari Pull Up

Pada bagian uraian pengertian dan kegunaan pull up resistor telah dibahas mengenai pengertian resistor juga resistor pull up. Selanjutnya tulisan berikut ini bakal lanjut membahas mengenai kegunaan alias kegunaan dari pull up resistor nan cukup jarang diketahui pengguna.

Beberapa dari pengguna bagian digital nan kurang mengerti mengenai perihal ini. Mengapa kudu ada pull up? Dalam sebuah mikrokontroler alias biasanya disebut rangkaian digital hanya bakal menerima alias bekerja dalam beberapa rangkaian logis. 

Pada perihal ini rangkaian digital hanya bakal menerima logika 0 pada rangkaian ataupun 1 di tingkat binernya. Apabila pengguna memberikan input di mikrokontroler maka dibutuhkan 0 alias 1 untuk bekerja.

Ketika float terletak pada nilai high, maka memerlukan resistor pull up. Jenis resistor ini mempunyai kegunaan ialah agar mencegah nilai float pada situasi high. Jenis resistor nan nantinya menuju sumber tegangan itu dirangkai dalam corak paralel dan melalui jalur input pada pin mikrokontroler. Sehingga tujuan utama pull up ialah menghindari floating.

Rangkaian Pull Up pada Resistor

Setelah mengerti mengenai pengertian dan kegunaan pull up, kali ini saatnya memahami rangkaian resistor pull up. Satu dari kaki dari resistor ini kudu dihubungkan pada kutub.  Di sisi lain, kaki resistor satunya dicabangkan, nan 1 dicabangkan ke pin input, nan satunya lagi disambungkan alias dicabangkan ke arah ground.

Rangkaian pull up resistor ini menyuguhkan logika tinggi nan biasa disebut juga high (logika 1) pada situasi nan normal. Saat push buttonnya ditekan/dipencet oleh pengguna maka logika bakal menjadi turun alias low di mikrokontroler. 

Dalam pull up internal, mikrokontroler ini nantinya memberikan logika high jika push button dibiarkan dan terjadi secara otomatis.

Perbedaan dari Pull Up dan Pull Down Resistor

Selain pull up, rupanya ada resistor jenis lain ialah pull down. Resistor jenis ini juga dapat ditemui di bagian elektronika. Resistor jenis ini sebenarnya juga tidak kalah pentingnya dari pull up. 

Berbeda dengan pull up resistor yang tadi sudah diuraikan, resistor jenis ini bakal mencegah float ketika pada kondisi di bawah alias 0. Ketika bagian switch diklik, maka dapat memberikan info berupa info masuk nilai logika nan berbobot tinggi alias high di mikrokontroler. 

Sebaliknya, saat bagian switch tidak ditekan maka nilai di mikrokontroler tidak dapat terjadi floating. Oleh karena itu, nilai mikrokontroler berbobot low. Situasi ini bagus dipakai ketika default switch.

Persamaan Pull Up dan Pull Down Resistor

Beberapa kondisi kegunaan dari dua resistor tersebut memang berbeda. Jenis dari dua resistor ini kerap dirangkai dalam media digital secara bersama-sama lantaran pada dasarnya kedua resistor ini saling melengkapi. 

Bahkan ada kondisi dimana kedua resistor tersebut wajib ada secara berbarengan di media digital alias elektronika. Penambahan resistor di sinyal high biasa disebut pull up. Pun sebaliknya, penambahan pada sinyal low adalah pull down. 

Kedua resistor tersebut pada umumnya mempunyai kegunaan dan kegunaan nan sama ialah mencegah floating. Pull up bakal mencegah di situasi float. Sedangkan, pull down bakal pada situasi low.

Kelemahan dari Pull Up

Pembahasan mengenai pengertian dan kegunaan pull up resistor tersebut tentunya sedikit banyak juga menguraikan tentang kelebihan pull up. Dibalik kelebihan tersebut tentunya juga ada kelemahannya.  Namun, kelemahan tersebut tidak banyak dan tetap lebih banyak kelebihannya. Apa saja kelemahan dari pull up resistor ini?

Ada beberapa kekurangan dari resistor ini, diantaranya daya ekstra saat arus ditarik dari resistor dan kecepatannya berkurang. Beberapa logika bakal rawan transien ketika dimasukkan pada input jika melalui pull up resistor.

Hal ini bakal memaksa pengguna dalam penggunaan sumber daya filter. Dengan begitu, pengguna kudu tetap hati-hati dalam menggunakan resistor ini.

Itulah pengertian dan kegunaan pull up resistor nan bisa dijadikan referensi bagi pengguna. Sebagian besar dari pengguna media digital maupun elektronik tidak tau mengenai resistor ini. Namun perihal tersebut tetap pemisah wajar lantaran resistor ini terletak di dalam alias sistem elektronika. Biasanya hanya orang-orang tertentu saja nan mengerti betul mengenai bagian ini.

Source alihamdan.id
alihamdan.id